07 Oktober 2026
Penangkapan Satwa
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Yogyakarta, Warga Panik Keluar Rumah
LUMAJANG – Gunung Semeru yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali dilaporkan mengalami erupsi besar dengan meluncurkan kolom abu vulkanik serta awan panas guguran yang cukup intens. Akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dan membahayakan tersebut, sebanyak 3.000 warga yang tinggal di lereng gunung terpaksa dievakuasi secara massal dan diungsikan menuju sejumlah posko darurat yang tersebar di wilayah aman.
Berdasarkan data dan laporan resmi dari
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kali ini menghasilkan kolom abu tebal berwarna kelabu hingga kehitaman yang membubung tinggi ke angkasa. Bersamaan dengan itu, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh beberapa kilometer mengarah ke sektor tenggara dan selatan, mengikuti aliran sungai yang berhulu di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Proses evakuasi warga yang berlangsung di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, dan para relawan sempat diwarnai kepanikan lantaran hujan abu pekat mulai mengguyur permukiman penduduk. Prioritas utama evakuasi diarahkan pada kelompok rentan, mulai dari lansia, anak-anak, hingga ibu hamil yang berada di zona merah atau dalam radius bahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Saat ini, sekitar 3.000 pengungsi sudah menempati posko-posko darurat yang memanfaatkan fasilitas umum seperti gedung sekolah, balai desa, dan lapangan terbuka yang dilengkapi tenda-tenda pengungsian besar. Petugas di lapangan bergerak cepat dengan mulai mendistribusikan bantuan logistik dasar berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, serta ribuan masker guna mengantisipasi dampak gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat agar mematuhi rekomendasi jarak aman dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang sektor aliran sungai yang rawan landaan awan panas maupun lahar hujan. Warga juga diminta untuk tetap tenang, waspada, serta selalu memantau perkembangan status aktivitas Gunung Semeru secara berkala melalui informasi resmi yang dirilis oleh pihak PVMBG dan BPBD.